JOMBANG — Berawal dari iseng menanam di lahan pegunungan, kini Sony Darwanto (45) menjelma menjadi salah satu petani sukses di wilayah Gunung Kekep, Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dalam sebulan, ia mampu meraup keuntungan rata-rata Rp5 juta hingga Rp6 juta dari hasil kebun dan usaha sampingannya.
Kisah Sony membuktikan bahwa bertani di dataran tinggi bukan hanya bisa untuk kebutuhan sendiri, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Berawal dari “Coba-Coba” di Lahan Pegunungan
Dulu, Sony hanya mencoba menanam beberapa jenis tanaman di pekarangan rumahnya yang berada di lereng Gunung Kekep. Iklim sejuk dan tanah subur di ketinggian Wonosalam ternyata sangat cocok untuk tanaman buah dan rempah.
“Awale coba-coba ae. Nandur kopi, cengkeh, terus durian sama alpukat. Ternyata hasilnya apik,” ujar Sony saat ditemui di kebunnya.
Dari coba-coba itu, lahan miliknya kini dipenuhi berbagai komoditas unggulan. Ada kopi robusta, cengkeh, durian, alpukat, dan beberapa jenis buah lainnya. Perawatan intensif dan pemilihan bibit unggul membuat hasil panennya stabil sepanjang tahun.
Merambah Usaha Bibit dan Tandon Air
Melihat potensi, Sony tidak hanya berhenti di bertani. Ia juga mengembangkan usaha pembibitan tanaman buah-buahan. Bibit kopi, durian, alpukat, dan cengkeh hasil budidayanya banyak dicari petani di sekitar Wonosalam dan luar daerah.
Selain itu, karena lokasi Gunung Kekep yang berada di pegunungan dan kerap terkendala air, Sony melihat peluang lain. Ia membuka usaha jual beli tandon air.
“Di gunung kan air susah. Jadi saya sediain tandon buat warga. Alhamdulillah laku,” katanya.
Kombinasi tiga usaha ini, bertani, pembibitan, dan tandon air, yang membuat pendapatannya stabil. Rata-rata dalam satu bulan ia bisa mengantongi keuntungan bersih Rp5 juta sampai Rp6 juta.
Aktif di Ormas, Dekat dengan Warga
Di luar kesibukannya bertani, Sony juga dikenal aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai anggota GRIB JAYA dan beberapa ormas lain di wilayah Wonosalam.
Bagi Sony, bergabung di ormas bukan hanya soal organisasi, tapi juga cara untuk membantu sesama dan menjaga kekompakan warga pegunungan.
“Kalau ada kegiatan warga atau bantuan, kita ikut turun. Biar guyub,” ujarnya.
Potensi Wonosalam yang Masih Luas
Keberhasilan Sony menjadi contoh bahwa wilayah pegunungan seperti Gunung Kekep memiliki potensi besar di sektor pertanian. Dengan ketinggian dan udara yang sejuk, Wonosalam memang cocok untuk pengembangan kopi, cengkeh, durian, dan alpukat.
Kini Sony berharap ke depan ada lebih banyak anak muda yang mau bertani dan mengolah lahan di desanya. Menurutnya, kunci utama ada pada kemauan mencoba dan tidak takut gagal.
“Dari coba-coba aja bisa jadi penghasilan. Asal telaten, pasti ada hasilnya,” tutupnya.
Editor [ Om boy ]











