Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Apr 2026 10:08 WIB ·

SENYAP YANG MENCURIGAKAN: Dugaan Alih Fungsi Zona Inti Taman Nasional Way Kambas untuk Wisata Premium, Siapa Bermain di Balik Layar.!?


 SENYAP YANG MENCURIGAKAN: Dugaan Alih Fungsi Zona Inti Taman Nasional Way Kambas untuk Wisata Premium, Siapa Bermain di Balik Layar.!? Perbesar

Way kambas,beritajatim.site – 05 april 2025 Isu dugaan alih fungsi zona inti di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tiba-tiba menghilang dari permukaan. tak ada lagi satu media sosial yang menyuarakan dan Tak ada klarifikasi. Tak ada transparansi. Tak ada penjelasan.

Justru di situlah kegelisahan publik memuncak.

Apakah ini sekadar isu yang mereda? Atau… ada sesuatu yang sengaja disenyapkan?

Dugaan Proyek Besar di Balik “Kesunyian”

Di tengah senyapnya informasi resmi, beredar dugaan kuat bahwa zona inti TNWK akan diubah menjadi zona pemanfaatan untuk proyek wisata premium yang dikaitkan dengan skema carbon trading.

Narasi “hijau” ini kini dipertanyakan:

benarkah demi konservasi… atau hanya bungkus investasi?

Sumber-sumber yang beredar menyebut adanya indikasi keterlibatan investor asing. Bahkan, sosok perempuan berinisial KB disebut-sebut berada di balik rencana pembangunan fasilitas eksklusif di dalam kawasan yang selama ini tidak boleh disentuh.

Dari Hutan Liar Jadi Kawasan Eksklusif?

Lebih mengejutkan lagi, sejumlah titik yang selama ini merupakan zona inti konservasi dikabarkan masuk dalam peta pembangunan:
• Kuala Kambas
• Sekapuk
• Wako
• Rawa Raso
• Way Kanan
• Kali Biru

Jika benar, maka ini bukan lagi sekadar rencana. Ini adalah pergeseran besar: dari konservasi ke komersialisasi.!

Padahal, Taman Nasional Way Kambas adalah rumah terakhir bagi satwa langka seperti Gajah Sumatra, Harimau Sumatra, dan Badak Sumatra.
Mengusik zona inti sama saja dengan mengusik garis hidup mereka.

Dampak yang Tak Bisa Ditarik Mundur

Jika dugaan ini benar terjadi, konsekuensinya bukan main:
• Habitat hancur → satwa terancam punah
• Hutan rusak → bencana ekologis mengintai
• Satwa keluar → konflik dengan manusia meningkat
• Alam terganggu → generasi mendatang yang
• menanggung
. Ancaman bencana ekologis, termasuk banjir bandang akibat rusaknya fungsi hutan sebagai penyangga alami

Ini bukan sekadar proyek. Ini bisa menjadi titik balik kehancuran ekosistem hutan TNWK.

Masyarakat Adat Angkat Suara: “Jangan Sentuh Hutan Kami!”

Di tengah minimnya kejelasan, masyarakat adat Raja basa lama Lampung Timur justru berdiri paling depan menyuarakan penolakan.

Tokoh adat Rajabasa Lama PN.Rajo adat mendesak presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung.

Jika zona inti dibuka, kerusakan itu pasti. Jangan jadikan hutan kami ini korban kepentingan dan obyek kepuasan hasrat birahi demi kekayaan pribadi,” tegas PN.Rajo adat.

Sementara itu, pernyataan lebih keras datang dari tokoh masyarakat adat lainnya:

Kalau ini benar dilanjutkan, kami tidak akan diam. Ini hutan kami. ini warisan nenek moyang kami, kami berkewajiban menjaga dan melindungi.Kami siap melawan demi mempertahankannya.”Uangkap Rajo temen Rajo

Senyap yang Berisik :

Kini, publik dihadapkan pada satu kenyataan: semakin senyap isu ini, semakin keras kecurigaan yang muncul.

Tanpa keterbukaan, tanpa dialog, tanpa pelibatan masyarakat— isu ini berpotensi menjadi bom waktu konflik lingkungan.

Pertanyaannya sekarang:
Siapa yang diuntungkan?
Dan siapa yang akan menanggung akibatnya?

Laporan: R.F

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Letkol Juni Fitriyan Komandan Yonif 509, Bangga Atas Prajurit Ksatria Condromowo Lolos Seleksi Diktuba TNI AD Gel.II TA 2026

19 April 2026 - 10:07 WIB

Pendidikan Bintara TNI AD Gelombang II Resmi Dibuka,Sebanyak 428 Calon Bintara Memulai Pendidikan di Secaba Rindam V/Brawijaya

18 April 2026 - 18:34 WIB

Atlet Panahan Putri Bondowoso Raih Emas di Jatim Seri Stage 1 Kediri

18 April 2026 - 03:39 WIB

17 April 2026 - 23:03 WIB

10 Terduga Pelaku Penganiayaan Kepala Desa Pakel,Telah Diamankan  Polres Lumajang

17 April 2026 - 18:16 WIB

Kerabat Sendiri Diduga Aniaya, Kasus di Sidoarjo Meledak! Pimred Globalindo Turun Tangan, Advokat Nasional Siap Gempur Jalur Hukum

16 April 2026 - 20:51 WIB

Trending di Nasional