200 Calon Jemaah Umrah di Jombang Tertahan, Diduga Korban Penipuan Travel
JOMBANG — Kericuhan mewarnai rencana keberangkatan ratusan calon jemaah umrah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu dini hari, 30 Agustus 2026. Sekitar 200 calon jemaah yang sudah berkumpul sejak pukul 01.00 WIB di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang terpaksa tertahan setelah pihak travel membatalkan pemberangkatan secara sepihak.
Hanya 40 Jemaah yang Diberangkatkan
Menurut keterangan keluarga jemaah, Widi, sekitar pukul 02.30 WIB pihak PT Annisa Ahmada Travelindo atau ITS Grup menyampaikan bahwa hanya 40 orang yang bisa diberangkatkan ke Bandara Juanda hari itu.
“Jadi banyak sekali jamaah yang tidak terima dan marah-marah hingga suasana memanas,” ujar Widi, Selasa 2/9/2026.
Pihak travel juga belum bisa memastikan apakah pasangan suami istri bisa berangkat dalam satu rombongan. Bahkan jemaah yang sudah terlanjur tiba di bandara memilih tidak melanjutkan perjalanan karena tidak ada pendamping.
Diduga Dana Jemaah Dihabiskan
Terlihat kerumunan puluhan jemaah mengepung dua perwakilan travel di area Alun-Alun Jombang. Berdasarkan keterangan para jemaah telah menunggu lebih dari 3 jam sebelum akhirnya perwakilan travel mengakui bahwa dana keberangkatan telah habis. post-482675810695385687093
Dengan estimasi biaya umrah Rp30 juta per orang, total dana 200 jemaah ditaksir mencapai sekitar Rp6 miliar.
Dimediasi Polisi
Situasi sempat memanas hingga akhirnya dimediasi oleh pihak kepolisian. Kedua perwakilan travel kemudian dibawa ke Polres Jombang untuk dimintai keterangan. post-455532265814781110590
Hasil mediasi menyepakati bahwa pemberangkatan akan dilakukan secara bertahap.
Imbauan Waspada
Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti memilih biro perjalanan umrah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak travel terkait kepastian pengembalian dana para jemaah.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana keberangkatan umrah ini.
