SIDOARJO, 10,04,2026.beritajatim.site– Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap balita bernama Gibran Septian (1,5), yang dilaporkan hilang di Sungai Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Hingga Kamis (10/4/2026), korban belum ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Sabino Mariano, mengatakan proses pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Di antaranya banyaknya tanaman air yang menutupi permukaan sungai serta arus yang cukup deras.
“Hambatan utama adalah tanaman air yang menutup aliran sungai dan arus yang cukup kuat, sehingga menyulitkan tim saat melakukan penyisiran,” ujarnya.
Pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai dengan metode penyisiran bertahap.
Sebanyak enam perahu karet dikerahkan, masing-masing diisi empat personel, untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses. Area pencarian dimulai dari lokasi awal di RT 03 Kalidawir hingga Dam Penatarsewu di RT 08.

Sekitar 100 personel gabungan dilibatkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Polair, serta relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Tim dibagi ke dalam beberapa sektor guna mempercepat proses pencarian.
Sabino menambahkan, estimasi waktu pencarian masih menunggu analisis dari Basarnas sebagai koordinator operasi SAR. Meski demikian, seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan dan evaluasi terus dilakukan sesuai perkembangan di lapangan.
Peristiwa hilangnya korban terjadi pada Rabu (9/4/2026) sore.
Saat itu, korban berada di rumah bersama kerabatnya sebelum dilaporkan menghilang.
Sandal milik korban ditemukan di tepi sungai tidak jauh dari lokasi rumah, sehingga diduga korban terjatuh ke aliran sungai.
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kabar dengan penuh harap.
Tim gabungan terus berupaya memperluas area pencarian untuk menemukan korban.(Luqman)











